Siap Tayang 2018, Pemeran Lengkap ‘KELUARGA CEMARA’ Dikenalkan

Tahun 2018 ini akan menjadi ajang hidup kembalinya serial-serial TV Indonesia hits era 90an. Yang sudah pasti memulai proses produksi adalah Si Doel Anak Sekolahan dan kali ini giliran Keluarga Cemara. Populer di tahun 90an hingga awal 2000an, kisah karya Arswendo Atmowiloto itu digaet Visinema Pictures yang bekerja sama dengan Ideosource Film agen poker terbaik Fund untuk diadaptasi ke versi layar lebar dan siap rilis pada pertengahan 2018 ini.

 

Kabar film KELUARGA CEMARA ini sudah terendus sejak akhir September 2017 lalu. Saat itu produser Anggia Kharisma memperkenalkan jika Gina S Noer bertanggung jawab untuk naskah film dan sineas muda berbakat, Yandi Laurens yang pernah meraih Piala Citra dalam FFI 2012 untuk film pendek berjudul WAN AN sebagai sutradaranya, seperti dilansir Detik.

 

Dan setelah membuat banyak penggemar KELUARGA CEMARA penasaran, Anggia akhirnya memperkenalkan para aktor dan aktris pemerannya. Adalah Ringgo Agus Rahman dan Nirina Zubir yang didapuk menjadi Abah dan Emak yang dalam versi serial TV-nya diperankan oleh Adi Kurdi dan Novia Kolopaking/Emma Waroka. Sementara itu kedua putri Abah dan Emak yakni Euis dimainkan oleh member idol grup JKT48, Adhisty Zara. Bagi Zara ini adalah film keduanya di 2018 setelah DILANKU 1990 yang rilis awal Januari. Dan untuk pemeran Cemara alias Ara yang merupakan adik dari Euis dan anak kedua Abah-Emak, jatuh pada Widuri Sasono yang merupakan putri aktor Dwi Sasono dan penyanyi Widi Mulia. Sementara itu hingga saat ini masih belum ada informasi siapakah pemeran Agil, adik dari Ara.

 

Cerita Nirina dan Ringgo Yang Jadi Emak – Abah

Mengisi peran Abah yang sangat ikonik dalam kisah Keluarga Cemara, rupanya membuat Ringgo terbebani, “Bebannya adalah saya harus punya kesan yang sama pada saat saya dulu nonton Keluarga Cemara. Bahwa Abah dalam film KELUARGA CEMARA ini adalah bapak yang benar-benar ‘harta yang paling berharga adalah keluarga’. Tapi akhirnya saya dapat peran bapak. Saya selama ini selalu dapat peran yang jadi idola kampus, playboy dan dikejar-kejar wanita. Saya bosan dengan peran itu,” cerita Ringgo seperti dilansir CNN Indonesia.

 

Berbeda dengan Ringgo, Nirina justru sangat senang bisa menjadi Emak. Menjadi seorang ibu dari tiga orang putri, Nirina pun menyesuaikan penampilannya dengan menambah berat badannya. “Sebenernya mereka nggak minta buat naikin berat badan. Tapi aku pengen lebih menyesuaikan aja. Punya anak remaja, ibu itu seperti gimana. Justru ini lebih enak daripada menurunkan berat badan.”

 

Peran Menantang Maudy Koesnaedi dan Asri Welas

KELUARGA CEMARA tidak hanya akan menghidupkan kembali Abah si penarik becak, Emak ibu rumah tangga yang sederhana, Euis si penjual opak dan Ara yang pintar. Namun ternyata juga kembali menampilkan karakter tante Pressi yang dimainkan oleh aktris cantik Maudy Koesnaedi. Jika kamu merupakan penonton setia serial Keluarga Cemara, tentu akan ingat dengan sosok tante Pressi yang sangat judes. Memerankan karakter yang berbeda dari kebiasaannya, Maudy pun mengaku sangat tertantang.

 

Tak hanya Maudy, KELUARGA CEMARA juga diperkuat oleh aktris, presenter sekaligus komedian Asri Welas. Kali ini Asri dituntut untuk menjadi rentenir asli Sunda bernama Ceu Salmah yang sangat menyebalkan tapi begitu dinanti banyak orang demi meminjam uang. Untuk kali pertama harus jadi perempuan yang sangat fasih berbahasa Sunda, Asri pun mempelajari cengkok, energi dan gesture begitu sungguh-sungguh.

 

Marc Marquez yang Akui Gaya Balapnya Sangat Berbahaya Ingin Mengubahnya

Pebalap terkenal dan moncer di seluruh dunia, Marc Marquez mengaku bahwa dirinya memiliki gaya balapan yang penuh risiko dan sangat berbahaya sehingga ia mengaku juga ingin mengganti gaya balapannya. Marquez pasalnya tampil sangat gemilang dengan capaian gelar result hongkong sebanyak 4 juara pada lima tahun perdananya berkarir di kelas MotoGP. Selain torehan prestasi, Marquez pun dikenal dengan gaya balapannya yang sangat agresif.

Sangat Agresif

Jika kalian para pecinta MotoGP sejak lama, pasti sudah mengenali bagaimana gaya balapan darinya. Ia kerap kali jatuh, khususnya ketika latihan bebas guna mengukur kemampuan maksimal di atas motor miliknya. Marquez ia juga sering sekali mengambil risiko ketika turun di lintasan karena dirinya tidak puas apabila hanya menjadi nomor dua.

Akan tetapi di balik sikap pemberaninya dan agresifnya ia memacu motor di arena balap, ia juga mengakui bahwa gaya balapannya sangat berisiko tinggi. “Memang gaya balap saya amat sangat berbahaya dan saya sejujurnya ingin mencoba untuk mengubahnya. Kalau saya mengalami cedera maka sudah bisa dipastikan kalau saya akan absen di balapan pada hari Minggu,” ungkap Marquez yang dikutip dari CNN Indonesia.

Ia diam-diam juga memasang target lainnya di luar targetnya menjadi juara dunia di ajang MotoGP yang kelima. “Saya harap musim depan saya ingin bisa lebih sedikit mengalami kecelakaan dibandingkan dengan musim ni dan saya bisa juga menjaga kecepatan saya. Untuk saat ini gaya balapan saya memang seperti yang terlihat oleh banyak orang, akan tetapi (kecelakaan) juga karena adanya faktor motor Honda. Sedikit kesalahan ketika menungganggi motor, ya membuat saya terjatuh ke tanah,” imbuhnya lebih detail.

Seperti yang sudah diungkapkannya sebelumnya, ia mengakui bahwa gaya balapannya amat sangat berbahaya sehingga ia ingin menggantinya di musim 2018. Marquez memang penuh sekali dengan risiko namun itu juga yang bisa menghantarkan dirinya menjadi pebalap Repsol Honda akhirnya bisa meraih 4 buah gelar juara dunia Cuma dalam 5 tahun karirnya saja di ajang MotoGP. Dengan gaya balapnya yang demikian, Marquez pasalnya sangat sering terjatuh seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.

Menjelang musim tahun 2018, masa depannya dengan Honda pasalnya menjadi salah satu hal yang mana dibicarakan banyak orang. Ada beberapa pihak yang mana yakin bahwasanya Marquez ingin menguji dirinya dan akhirnya mencari tantangan baru di tim yang lainnya. Akan tetapi sejauh ini, Marquez sendiri menyatakan Honda adalah sebuah tim yang mana selalu mendukung dirinya.

Jawab Rumor Tinggalkan Honda

Terkait dengan isu akan meninggalkan Honda, akhirnya Marquez buka suara juga. Ducati akhir-akhir ini memang dikaitkan dengannya. Akan tetapi pabrikan yang berasal dari Italia tersebut pasalnya belum juga memberikan penjelasan berkaitan dengan rumor bahwa Marquez ingin dibawa ke markas mereka yang ada Borgo Panigale, Bologna, Italia pada tahun 2019 mendatang.

Akan tetapi ada beberapa pihak yang mana meyakini bahwa juara dunia sebanyak 4 kali di ajang MotoGP tersebut tahun ini sangat pantas untuk menungganggi kuda besi Desmosedici. Salah satu yang meyakininya adalah Max Biaggi. Ia berpendapat bahwa Marquez akan melanjutkan status juara dunia miliknya dan akan segera hijrah ke Pabrikan asal Italia tersebut. namun Marquez sendiri belum mau menanggapi apa yang dikatakan oleh Biaggi. Ia sampai saat ini masih bersyukur atas apa yang ia miliki dan dirasakannya sekarang ini.

Tabrakan Maut Bus dan Mobil di Bangkalan, Lima Orang Tewas

Liburan akhir tahun memang jadi momen yang dinanti di mana bisa berkumpul bersama seluruh anggota keluarga. Namun harapan berkumpul itu tak akan pernah dialami oleh keluarga Sidik. Karena pada hari Jumat (29/12) malam, mereka menjadi korban kecelakaan maut yang terjadi di jalan raya Karang Gayam, kecamatan Blega di Bangkalan, Jawa Timur. Mobil Honda Mobilio yang dikemudikan Sidik bertabrakan dengan Bus Akas, seperti dilansir Detik.

 

Malang, kelima penumpang Mobilio itu menjadi korban dengan satu tewas di lokasi kejadian dan empat lainnya meninggal dalam perawatan di RSU Sampang setelah dirujuk dari Puskesmas Blega. Kelima korban meninggal itu adalah Fitri (20) warga Juklanteng, Sampang yang tewas di tempat. Lalu ada Aftar (3,5 bulan), Nafidha (48), dan sang sopir Sidik (35) yang sama-sama warga Juklanteng. Satu korban tewas lain adalah Hakub (35) warga Mandangin di Sumenep.

 

Karena ada 10 penumpang dalam Mobilio nahas itu, empat korban luka berat lainnya adalah Safi’i (35), Juhairiyah (35), Alif (8) dan Nanda (9) yang kesemuanya berasal dari Juklanteng di Sampang. Satu penumpang tersisa atas nama Syafiah (28) kini mengalami luka ringan. AKBP Anissulah M Ridha selaku Kapolres Bangkalan, menyebutkan jika kelima korban meninggal sudah dijemput keluarga sementara korban luka berat dirujuk ke Surabaya untuk mendapat perawatan lebih layak.

 

Penyebab Kecelakaan Masih Diselidiki

 

Dalam kesempatan yang sama, AKBP Anissulah pun membeberkan kronologi kecelakaan maut. Dalam penjelasannya, peristiwa mengerikan itu berawal saat bus Akas dengan nomor polisi N 7170 UR melaju dari arah barat dengan kecepatan tinggi. Bus yang dikemudikan Mohammad Ahsan (47) itu mencoba menghindari sebuah sepeda motor sehingga terpaksa membanting setir ke kanan. Namun dari arah berlawanan, mendadak ada Mobilio bernomor polisi M 1922 NB yang melaju tak sempat menghindar sehingga terjadi tabrakan dahsyat yang mengerikan.

 

Kini seluruh barang bukti yakni Mobilio yang sudah ringsek hingga tak terbentuk dan bus Akas telah ditarik ke Bangkalan. Hanya saja hingga sejauh ini, penyebab pasti dari kecelakaan maut itu belum diketahui. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) demi mendapatkan penyebab kecelakaan.

 

Angka Kecelakaan Lalu Lintas Indonesia Termasuk Tertinggi di ASEAN

 

Kecelakaan maut di Bangkalan ini seolah membuktikan kebenaran bahwa tingkat kecelakaan lalul intas di Indonesia termasuk yang tertinggi dalam daftar negara-negara ASEAN. Sebelumnya Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam Forum Polantas ASEAN 2017 bulan November lalu menyebutkan kalau korban tewas karena kecelakaan di Indonesia jauh lebih banyak dariapda kasus terorisme, seperti dilansir Tribun News.

 

“Angka kecelakaan lalu lintas di Malaysia dan Thailand mencapai lima kali angka kecelakaan di Singapura. Brunei Darussalam dan Singapura tercatat memiliki tingkat kecelakaan lalu lintas terendah dalam lingkup ASEAN karena memiliki jalur lalu lintas paling baik. Untuk Singapura, tingkat kecelakannya hampir mendekati negara-negara dengan sistem lalu lintas terbaik di dunia yakni Belanda dan Inggris,” ungkap Tito panjang lebar.

 

Menambahkan keterangan Jenderal Tito, Inspektur Jendera Royke Lumowa selaku Kepala Korps Lalu Lintas Polri membeberkan jika jumlah korban kecelakaan lalu lintas di Tanah Air menyentuh angka 28 ribu-30 ribu jiwa per tahun. “Kecelakaan lalu lintas di Indonesia termasuk tinggi dengan menduduki rangking dua sampai tiga dalam lingkup ASEAN. Angka kecelakaan ini jauh lebih tinggi dibanding jumlah korban kasus terorisme, bencana tsunami dan bencana banjir.”