Liverpool Yang Memang Serba Salah

Pesona Mohamed Salah sedang penuh sinar. Penampilan luar biasanya seolah membuat Liverpool serba Salah. Hal inilah yang terlihat kala The Reds menang impresif 5-2 di leg pertama babak semifinal Liga Champions 2018 saat mereka menjamu AS Roma di Anfield. Dari kelima gol luar biasa yang dicetak Liverpool selama 80 menit itu, pesepakbola asal Mesir ini mampu menyumbangkan dua gol dan dua assist. Dan saat pelatih Juergen Klopp menarik Salah di menit ke-75, mereka langsung kehilangan tempo dan kebobolan dua gol.

 

Tak hanya dipuja orang-orang sedunia, rekan setim Salah di Liverpool yakni Georginio Wijnaldum pun demikian. “Sangat luar biasa memiliki Salah dalam tim. Terutama saat Salah sedang dalam performa seperti sekarang. Ia menjadi penentu dalam momen-momen penting. Dia selalu ada di sana dengan gol dan assistnya. Tapi cara dia bermain, Salah selalu jadi ancaman untuk lawan. Sehingga performa dia membuat rekan-rekannya bermain lebih baik,” seperti dilansir Soccerway.

 

Tak heran kalau akhirnya pesepakbola beragama Islam itu diganjar predikat pemain terbaik Premier League versi Asosiasi Pemain Profesional Inggris, mengalahkan para punggawa Manchester City yang membawa timnya juara. Salah bahkan berhasil mematahkan rekor Steven Gerrard sebagai pemain Liverpool yang selalu mencetak gol di lima pertandingan beruntun sejak musim 2007/2008. Dengan catatan 43 gol, Salah sudah melewati raihan Roger Hunt dengan jumlah gol terbanyak dalam satu musim dengan Liverpool di mana posisi puncak dimiliki Ian Rush dengan 47 gol.

 

Salah Bisa Raih Ballon d’Or?

 

Sejauh ini Salah sudah memiliki koleksi 10 gol di Liga Champions dan itu adalah catatan togel wap terbaik bagi pemain Liverpool dalam satu musim. Bahkan bagi Klopp, mantan pemain Roma itu tak bisa dihentikan oleh pemain belakang lawan. “Dia mempunyai dampak besar. Gol pertama itu merupakan tembakan jenius dan kedua adalah permainan brilian. Salah menjalani musim yang tidak normal. Kami harus membantunya untuk bisa tampil seperti ini. Kami sangat senang bisa memilikinya di musim panas,” seperti dilansir UEFA.

 

Dengan total 43 gol dalam satu musim seluruh kompetisi, Salah jauh lebih tajam daripada Ronaldo (41 gol) atau Messi. Tak heran kalau banyak yang menilai jika inilah saatnya Ballon d’Or berpindah kepemilikan apalagi kalau Salah mampu membawa Liverpool ke final  hingga juara Liga Champions 2018. Ian Wright yang adalah mantan pemain Arsenal menilai kalau Salah berpotensi jadi Pemain Terbaik di Dunia jika performanya tetap bagus.

 

Apalagi kalau Salah mampu membawa Mesir terus melaju di Piala Dunia 2018, rasa-rasanya publik akan melihat pergantian piala Ballon d’Or yang dalam satu dekade terakhir selalu bergantian hanya dimenangkan oleh Ronaldo atau Messi.

 

Salah Sang Pangeran Mesir Yang Dikagumi

 

Dengan berbagai rekor yang didapat lewat kemampuannya, Salah adalah salah satu pemain sepakbola termahal di dunia. Dan ini seolah perwujudan mimpinya di masa kecil yang memang ingin jadi orang kaya supaya bisa membantu orang lain. Kini pria berusia 25 tahun itu digaji 90 ribu poundsterling (sekitar Rp 1,7 miliar) setiap minggu dan tetap bersedekah.

 

Salah diketahui selalu menggelontorkan ribuan poundsterling untuk membantu warga Nagrig, provinsi Gharbia di Mesir sana yang merupakan tanah kelahirannya. Dijuluki Si Pembuat Kebahagiaan, Salah juga menyumbangkan 210 ribu poundsterling untuk Tahya Masr demi membantu krisis ekonomi di Mesir.

Harapan Besar Dari Romelu Lukaku dan Alvaro Morata

Romelu Lukaku dan Alvaro Morata telah bergabung dengan klub barunya dan dengan uang besar saat musim panas. Kini mereka mereka diharapkan oleh banyak fans untuk membuat kejutan ketika Manchester United dan Chelsea di Old Trafford pada hari Minggu ini. Banyak fans memberikan ekspektasi yang tinggi dari keduanya. Apakah mereka sanggup?

Harapan Untuk Lukaku

Menurut Jose Mourinho, tanggungjawab ada pada setiap pemain bukan hanya pada beberapa pemain saja. Sehingga ekspektasi juga seharusnya adil yakni pada seluruh pemain.”Saya tidak berpikir (itu) adil untuk berbicara tentang tanggung jawab seorang pemain,” kata manajer Manchester United Jose Mourinho saat konferensi pers pertengahan pekan ini.”Saya bahkan tidak menyukai kenyataan bahwa pemain yang menelan biaya X juta tidak memiliki tanggung jawab yang sama dengan pemain yang harganya tiga kali lipat X juta.Saya rasa tanggung jawabnya adalah untuk semua orang.”

Dia menanggapi pertanyaan tentang Paul Pogba namun ucapannya tersebut berlaku sama untuk penyerang senilai £ 74 juta, yakni Romelu Lukaku. Saat Manchester United berhadapan dengan Chelsea di Old Trafford, Minggu ini, sebagian besar fokusnya pada dua pemain yakni Rumelu Lukaku dan Alvaro Morata yang baru bergabung dengan Chelsea di musim panas setelah pindah dari Real Madrid dengan harga £ 60 juta.

Untuk Lukaku, memang benar bahwa tujuannya belum bisa dikatakan sudah meraih ekspektasi besar fans walau dia memulai dengan awal yang kuat.  Dari 39 pertandingan selama karirnya di Manchester United, Lukaku sudah mencetak 21 gol. Dia terlihat dengan mudah bisa menggantikan posisi Zlatan Ibrahimovic yang mencetak 28 gol.Mungkin lebih tepatnya, Man United tidak salah memilih Lukaku.

Selama empat musim Lukaku di Everton, dia mencetak 68 gol di Liga Primer dan memberikan 23 assist, berkontribusi langsung ke sebuah gol setiap 130,5 menit. Sejak bergabung dengan Manchester United, 12 gol dan lima assistnya datang dengan kecepatan setiap 132,4 menit. Dengan kata lain, Lukaku tetap memberikan performa Togel Pelangi terbaiknya di Man United. Lukaku bisa memberikan harapan pada klub dan fans.

Harapan Untuk Morata

Dalam kasus Morata, situasinya sedikit lebih rumit. Pemain internasional Spanyol itu sudah terbiasa dengan peran back-up di Juventus dan Real Madrid, namun membual rasio gol per detik yang luar biasa. Para pendukung Chelsea berhak senang atas prospek Morata untuk meraih lebih sering dimainkan.Tapi ternyata, Morata memiliki masalah tersendiri. Morata telah bermain lebih banyak di Premier League musim ini daripada di kampanye sebelumnya di La Liga atau Serie A. Ada saatnya dia terlihat down baik mental maupun fisiknya.

Memang, hilangnya Diego Costa telah membuat Chelsea bergerak cukup berat.Tapi, Morata masih bisa menjadi harapan klub.Tentu saja, Morata juga masih memiliki waktu untuk mengembangkan diri lebih cepat. Apalagi, pemain lain juga telah membuktikan bahwa mereka dapat menjadi yang terbaik khususnya Harry Kane. Dia telah berhasil meningkatkan harga diri dan klubnya.

Harry Kane, striker Tottenham yang telah mencetak 98 gol di Liga Primer pada saat sama Lukaku, pemain berusia dua bulan lebih tua darinya, baru mencetak 65 gol. Karena itulah, penilaian Kane kemungkinan akan mendekati nilai £ 200 juta dari sebelumnya £ 75 juta. Jika Lukaku dan Morata juga bisa menaikkan level mereka, harga mereka pun akan meningkat drastic.

Bisa disimpulkan jika saat ini mungkin Lukaku dan Morata belum mengangkat klub mereka ke ‘tingkat berikutnya’, tapi mereka telah berhasil menempati posisi Ibrahimovic dan Costa masing-masing. Ini tentunya menjadi salah satu tujuan utama kenapa mereka dibeli oleh Man Utd dan Chelsea. Kita akan saksikan peran keduanya saat kedua klub bentrok pada hari Minggu ini.

Conte Berjanji Untuk ‘Jujur’ dan Tak Takut Dipecat

Chelsea menjadi semakin frustrasi dengan Conte yang secara terbuka mengkritik kebijakan transfer mereka. Conte mengatakan bahwa dia tidak khawatir dengan ancaman dipecat namun mengaku kesulitan tidur karena “situasi sulit” yang sedang dirasakannya.Bukan hanya dirinya saja, tetapi juga berakibat pada Chelsea. Chelsea bahkan seakan semakin tidak mengerti dengan apa yang dilakukan Conte. Imbasnya adalah performa Chelsea yang semakin menurun.

Sikap Conte Semakin Membuat Frustrasi Chelsea

Chelsea terlihat menjadi semakin frustrasi akibat dari apa yang telah dilakukan Antonio Conte. Conte sebelumnya telah mengkritik strategi transfer Chelsea. Tidak tanggung-tanggung, Conte mengatakannya di depan umum. Sepertinya Conte tidak puas dengan apa yang dilakukan Chelsea. Usai kekalahan 2-1 Chelsea atas Arsenal di semifinal Piala Carabao pada hari Rabu lalu, Conte telah mengatakan bahwa ia hanya memiliki sedikit dampak pada keputusan transfer klub.

“Tentang pasar transfer, dari musim panas, klub memutuskan setiap pemain tunggal yang datang ke sini,” kata Conte.Akan tetapi, meski Conte terus memberi kesan bahwa dia tidak tahu-menahu tentang urusan transfer klub dan mengatakan hanya sedikit andilnya, Chelsea diyakini telah bekerja keras untuk menandatangani pemain Poker Online yang diinginkan pelatih asal Italia tersebut.

“Tugas pertama saya adalah melakukan pekerjaan saya, menjadi pelatih dan mencoba memperbaiki pemain saya,” tambah Conte.Dia juga mengatakan; “Yang pasti, saya tidak memiliki dampak besar pada bursa transfer.” Namun, meskipun Conte menyatakan hal demikian, bos Chelsea telah memberi klub daftar target, dan klub tersebut melakukan apa yang bisa dilakukan untuk mendapatkan pemain yang telah dipilih sebelumnya.

Akankah Conte Tinggalkan Chelsea?

Musim panas lalu Chelsea telah menghabiskan £ 202 juta untuk lima pemain yakni Antonio Rudiger (£ 34 juta), Tiemoue Bakayoko (£ 40 juta), Alvaro Morata (£ 70 juta), David Zappacosta (£ 23m) dan Danny Drinkwater (£ 35m). Klub tersebut juga telah menyelesaikan kesepakatan £ 15 juta untuk menandatangani Ross Barkley dari Everton bulan ini dan sedang dalam pembicaraan untuk mendatangkan Edin Dzeko dan Emerson Palmieri dari Roma.

Tapi Conte tampaknya tetap tidak bahagia dengan apa yang telah dilakukan Chelsea. Sebaliknya, dia tidak bisa memberikan kepastian perihal masa depannya di Chelsea.Dia mengatakan; “Saya memiliki satu tahun lagi kontrak dengan klub ini.Dia melanjutkan; “Tapi seperti yang Anda tahu betul, semuanya mungkin terjadi. Dalam satu saat Anda tinggal di sini, di lain waktu orang lain menggantikan Anda, menggantikan pekerjaan (posisi) Anda.”

Tersiar kabar yang cukup panas jika saat ini Paris Saint-Germain telah melakukan kontak dengan perwakilan Conte dengan maksud agar dia berpotensi menggantikan Unai Emery di Parc des Princes, namun pelatih yang kini berusia 48 tahun itu berpikir untuk kembali ke kampung asalnya, Italia jika pada saatnya dia harus meninggalkan Chelsea. Namun, masih terlalu dini untuk membicarakan hal ini.

Tetap Berkata Jujur, Berani Tanggung Resiko

Dengan Chelsea yang semakin frustasi dan ada kemungkinan Conte diputus kontraknya (dipecat), sepertinya Conte tidak peduli dengan hal itu. Pelatih asal Italia tersebut menolak untuk bersikap diplomatic dan bersikeras bahwa dia akan “mengatakan yang sebenarnya setiap saat”, terlepas dari apa konsekuensi yang akan dia terima.

Dia bahkan mengatakan menjelang pertandingan putaran keempat Piala FA melawan Newcastle; “Saya bukan diplomat.” “Pada saat yang sama, saya pikir saya sangat jujur, orang yang jujur ​​berbicara dengan sangat jelas setiap saat. Jika Anda bohong, Anda selalu berusaha untuk tidak mengatakan yang sebenarnya,” jelasnya.Dia menambahkan; “Saya lebih suka jujur, mengatakan yang sebenarnya setiap saat, saya membenci orang yang berbohong.”

Indonesia Turun dengan Kekuatan yang Penuh di Ajang Indonesian Masters 2018

Indonesia yang menjadi tuan rumah dari turnamen bergengsi Indonesian Masters 2018 dipastikan bakal tampil dengan kekuatannya yang terbaik pada turnamen Indonesian Masters 2018 yang berlangsung pada hari ini, Selasa (23/1) sampai dengan tanggal 28 Januari 2018 tepatnya di Istora Senayang.

Sektor-Sektor Akan Tampil Maksimal

Misalnya saja di sektor tunggal putra, Jonathan Christie dan juga Anthony Sinisuka Ginting yang mengalahkan Chen Long di pekan yang lalu bakal menjadi andalan guna bisa meraih  hasil yang paling baik di kandang mereka sendiri. tentu saja masyarakat sudah tidak sabar melihat performa terbaik dari mereka saat bisa mengalahkan Chen Long itu.

Sementara itu di sektor ganda putra, ada pasangan peringkat satu dunia yakni Kevin Sanjaya dan juga Marcus Fernaldi Gideon yang tentu saja juga diharapkan mampu untuk bersaing ketat. Harapan bahwa mereka bisa mempersembahka gelar untuk Indonesia di mana turnamen tersebut adalah sebuah kejuaraan perdana untuk mereka pada musim 2018 sesudah keduanya absen di 2 buah turnamen sebelumnya yakni Malaysia Masters dan juga Thailand Masters pada awal bulan ini menjadi suatu harapan yang besar.

Sedangkan di sektor ganda campuran, ada juara olimpiade BUte atau Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad yang tetap saja menjadi andalan untuk bisa meraih gelar. Mereka juga diberitakan akan turun bersama-sama dengan pasangan baru yakni ada Deby Susanto/Ricky Karanda Suwardi dan Praveen Jordan/Melati Oktaviani.

Bagaimana dengan sektor ganda putri? Di sektor ganda putri, Indonesia siap dengan juara French Open Superseries 2017 yakni Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang mana diharapkan bisa menjadi yang terbaik pada turnamen yang bertajuk BWF World Tour Super 500. Turnamen tersebut berhadiah total USD $350.000 atau sama dengan 4.7 milyar rupiah. WOW!

Target Menang Satu Gelar Saja Karena…

Meski tampil dengan kekuatan yang penuh, Susy Susanti, Kepala Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, mengatakan bahwasanya tuan rumah Cuma mengincar satu gelar juara Judi bola saja pada turnamen kali ini karena pemain-pemain papan atas yang ada di peringkat 20 besar dunia juga bakal ikut andil. Di antaranya adalah Lee Chong Wei, Victor Axelsen, Lin Dan, Carolina Marin, Tai Tzu Ying dan juga Ratchanok Intanon yakni juara Malaysia Masters pada pekan yang lalu.

“Targetnya adalah satu gelar juara. Namun saya ingin semua atlet bisa tampil dengan maksimal pada turnamen kali ini. persiapannya sudah dilakukan sejak awal tahun lalu baik itu persiapan fisik atau juga persiapan teknik,” ungkap Susi.

Meskipun ditargetkan untuk menjadi juara, akan tetapi Marcus/Kevin tidak menganggapnya sebagai sebuah beban supaya bisa tampil dengan bebas, lepas dan juga maksimal. “Soal beban target itu ya tergantung bagaimana kita menyikapinya, ya. Kalau saya, sih, lebih ke nikmati saja, dan jadikan ini sebagai sebuah motivasi saja,” ujar Kevin.

Indonesia memang sudah jauh-jauh hari menyiapkan turnamen besar bertaraf internasional ini. tidak hanya ingin menampilkan fasilitas, sarana dan prasarana dengan baik akan tetapi juga dari segi atlet-atletnya, Indonesia berharap bisa menyuguhkan yang terbaik. Dan sekarang adalah waktunya rakyat Indonesia mendukung pemain bulu tangkis Indonesia yang tengah berjuang di Indonesian Masters 2018 dengan dukungan moral. Mereka akan berusaha tampil maksimal dengan raihan gelar juara di akhir turnamen. Tentunya hal itu yang diharapkan oleh baik PBSI atau para atletnya yang ikut berlaga.