PPKM Mikro Yogyakarta Diperpanjang

Daerah Istimewa Yogyakarta kembali akan memberlakukan kebijakan PPKM Mikro. Hal ini disampaikan oleh gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dimana kebijakan sesuai dengan arahan yang diberikan oleh pemerintah pusat. Sultan secara pribadi melihat bahwa pelaksanaan yang ada di daerahnya masih dianggap perlu karena jumlah kasus harian di wilayah DIY masih sangat fluktuatif dan belum bisa diprediksi dengan benar. Karenanya, PPKM secara mikro dihadirkan untuk mampu memberikan pengendalian terhadap penyebaran virus covid-19.

Angka Pasien Covid-19 Masih Fluktuatif

Saat ini DIY masih memiliki kasus dengan jumlah yang banyak. dalam penjelasannya, Sultan mengatakan slot deposit dana bahwa jumlah kasus masih fluktuatif. Misalnya, di hari kemarin jumlah kasus akibat virus corona berjumlah 89 kasus, sedangkan sekarang jumlahnya lebih dari 100 kasus. Besok atau nanti akan berbeda lagi. Masih sangat tidak wajar dan jauh diatas batas atas penyebaran yang diprediksikan oleh pemerintahannya. Adanya PPKM ini mudah mudahan mampu mengurangi sedikit demi sedikit jumlah kasus yang terus bertambah.

Menurut sultan, PPKM Mikro ini telah mampu membawa banyak dampak yang positif dalam menekan dan mengurangi angka penyebaran covid-19. Jumlah tempat tidur di rumah sakit pun kini yang terisi oleh pasien corona semakin sedikit. Awalnya selalu di atas 50 persen, namun karena adanya PPKM maka jumlahnya menjadi 46 persen saja. Tapi kembali lagi kepada sifat kenaikannya yang masih fluktuatif, maka Sultan pun mengaku tidak berani untuk menghentikan PPKM. Daripada kasusnya menjadi lebih banyak maka lebih baik PPKM diaktifkan kembali.

Selain mengaktifkan kembali dan memperpanjang masa berlaku PPKM secara mikro untuk menekan laju penyebaran virus corona di Yogyakarta. PPKM ini juga mampu memberikan fungsi lain yang berguna. Beberapa diantaranya yaitu membuat peta untuk zonasi penyebaran virus covid-19 di DIY yang awalnya oranye kini sudah menjadi hijau. Pembatasan kegiatan sosial pun dikontrol dengan kebijakan ini sehingga tidak ada kawasan yang berubah menjadi merah. Pemerintah mampu mengontrol supaya tidak ada kenaikan kembali.

Meskipun Sudah Hijau, Harus Terus Dikontrol

Sultan Hamengku Bowono terus memberikan pernyataan bahwa hal hal mengenai status wilayah Yogyakarta harus terus dipantau. Jangan sampai ketika sudah hijau, terus menjadi lalai dan melakukan hal yang tidak sesuai protokol. Lalu kerumunan dilakukan lagi dan akhirnya menjadi merah lagi. Sultan mengatakan juga jangan sampai ketika wilayah lain hijau sedangkan wilayah DIY malah menjadi merah sendiri. PPKM Mikro harus bisa mengendalikan laju penyebaran sehingga status wilayah tetap bisa dikendalikan juga.

PPKM secara mikro ini akan sesuai dengan kebijakan sebelumnya dan tidak ada aturan tambahan. Jika sesuai dengan rencana maka PKM mikro selanjutnya akan berakhir di tanggal 22 Maret 2021. Sekertaris Daerah, Kadarmanta Baskara Aji pun turut mengatakan bahwa PPKM ini akan memberikan peluang untuk memperketat wilayah sebagai antisipasi long weekend. Momen isra Mi’raj yang terjadi minggu ini kemungkinan akan membuat banyak perubahan atas jumlah kasus positif di Yogyakarta. Oleh karena itu akan ada antisipasi dari pemerintah daerah. Sekda mengatakan bahwa di Yogyakarta melarang ASN untuk bepergian ke luar daerah sepanjang periode Isra Mi’raj. Sudah ada surat edaran yang akan menjadi sumber hukum yang mengikat aturan tersebut. ASN sebaiknya tetap berada di dalam rumah dan tidak perlu pergi ke luar rumah jika memang tidak ada keperluan yang mendesak. Meski demikian, hotel dan tempat wisata tidak tutup tetapi dengan persyaratan untuk menerapkan protokol kesehatan dengan pakai antigen dan berbagai persyaratan lainnya.