Festival Venesia Jadi Harapan Dunia Film di Tengah Wabah COVID-19

Keputusan untuk menyelenggarakan Festival Film Venesia di tengah wabah virus Corona ini dianggap sebagai salah satu “pertanda Harapan” untuk dunia perfilman setelah beberapa bulan bioskop ditutup, pesta insan perfilman dibatalkan dan juga pembuatan film yang terpaksa harus dihentikan.

Festival Film Venesia: Harapan Dunia Perfilman

Penyebaran virus Corona yang sangat cepat secara global terpaksa harus membuat perusahaan produksi film besar menunda pembuatan filmnya. Tidak cuma itu, bahkan festival layar perak ditunda dan juga dibatalkan menjadi salah satu dampak dari penyebaran virus Corona ini. salah satu festival yang perak yang ditunda adalah Festival Film Cannes yang biasanya diadakan pada bulan Mei.

Walaupun Italia menjadi salah satu negara yang paling parah di Landa pandemic virus Corona ini yaitu sebesar 33000 korban jiwa, Direktur Festival Film Venesia, Alberto Barbera, Jelaskan bahwa festival ke-77 ini bakal dapat berlangsung yaitu pada tanggal 2 sampai 12 September 2020 mendatang. Tentu saja ini menjadi angin segar bagi insan perfilman dunia karena mereka menggantungkan harapan supaya Industri film di dunia bisa kembali seperti semula walaupun memang masih ada beberapa protokol kesehatan yang memaksa untuk tidak melakukan beberapa pertemuan dengan jumlah peserta yang masif dan juga bioskop-bioskop yang dilarang untuk buka ataupun menerima banyak penonton.

Italia pasalnya secara perlahan mulai mengeluarkan kebijakan Lockdown dan juga penyelenggaraan festival di kota karena hal tersebut bertaruh situasi normal bakal terwujud di akhir musim panas nanti.

Festival Film Venesia Bakal Terapkan Protokol Keseharan dan Keselamatan

Festival film pertama pasca  pandemi virus Corona ini telah dipastikan akan mengadopsi aturan-aturan kesehatan dan juga protokol keamanan lainnya seperti misalnya menjaga jarak yang sangat diwajibkan akibat pandemi ini.

“Edisi ini akan unik. kami belum tahu bagaimana kami akan melakukannya, tetapi kami saat ini sudah melakukan seleksi film Toto togel dan juga membuat rencana supaya  para hadirin bisa terlibat dengan aman,” begitulah ungkap Barbera dalam unggahannya di Instagram seperti dilansir dari CNN Indonesia.

Giorgio Gosetti, selaku ketua kompetisi film inovatif dan original Venesia juga berkata, bahwa proses ini “seakan Kembali ke awal penyelenggaraan pada tahun 1932 yaitu tahun festival ini dimulai.”

“Semua pihak di dunia perfilman… saat ini merasa tempat paling tepat untuk merayakan, untuk memperlihatkan vitalitas, adalah festival tertua di dunia ini,” ungkapnya.

Barbera juga berulang kali menolak usul supaya festival bergengsi ini diselenggarakan secara daring dengan jumlah film yang ditampilkan pun dikurangi. setiap tahunnya festival ini menerima lebih dari 200 buah film sebagai pesertanya. Suasana yang biasa terlihat di festival ini seperti misalnya Paparazzi mengambil gambar pesohor kelas atas di karpet merah dan juga memberi tanda tangan kepada para penggemarnya mungkin tidak akan ada lagi. 

Angela Prudenzi, pakar Festival, mengatakan bahwa “perhatian akan lebih dicurahkan kepada film dan ini adalah hal yang sangat baik.” 

Satu hal yang mana belum jelas adalah bagaimana  Cannes yang dibatalkan dapat bekerjasama dengan festival Venesia ini. Direktur Festival Cannes, Thierry Fremauz, mengatakan bahwa dirinya sudah berunding dengan Barbera tentang kemungkinan kerjasama antara kedua festival tersebut. Namun satu kesulitan yang dihadapi festival Venesia adalah Cannes bakal menggumumkan film-film yang telah diseleksi pada Rabu mendatang.

Sementara itu Venesia Sampai dengan saat ini belum mengungkapkan jadwal film yang akan ditayangkan.