Cerita Korban Penipuan Berkedok Wedding Organizer

Isnaini (25) mungkin tidak pernah bermimpi dirinya harus menelan pil pahit dengan menanggung malu karena pesta pernikahan yang digelarnya terkesan ala kadarnya.Pasalnya Isnaini serta puluhan pasangan lainnya menjadi korban penipun berkedok Wedding Organizer (WO) yang disewanya, yaitu Pandamanda.

Gedung kosong dan catering terlambat datang

Sama seperti puluhan calon pengantin lainnya, tanggal tersebut banyak dipilih sebagai waktu mengikat janji suci karena merupakan tanggal cantik. Menurut Kapolres Metro Depok, Kombes Aziz Andriansyah di hari tersebut Pandamanda menangani 10 gelaran resepsi pernikahan sekaligus. 7 pesta berlangsung penuh kekurangan, sementara 3 lainnya lebih buruk lagi.

Pandamanda laris dipilih para calon mempelai karena WO ini menawarkan harga yang luar biasa murah totobet hk.WO yang berkantor di Pancoran Mas, Depok,Jawa Barat ini mematok tariff hanya Rp 75 juta.Ini dengan jumlah undangan 400 orang serta 1.600 katering.Isnaini bahkan mengaku mendapat diskon akhir tahun sebesar Rp 25 juta sehingga cukup membayar Rp 50 juta.

Owner Pandamanda berinisial AS saat ini ditahan di sel Mapolres Metro Depok. Pria 35 tahun ini mengakui kesalahannya karena menangani 10 klien sekaligus pada hari itu, Minggu 2 Februari 2020.Pada resepsi pernikahan Isnaini dimana catering tidak hadir, kata AS itu karena mismanajemen serta adanya keterlambatan.Padahal kondisinya lebih buruk dari perkataan AS.

MC Acara angkat bicara

MC resepsi pernikahan tersebut, Febrian mengatakan bahwa sejak awal persiapan resepsi pernikahan itu sudah berantakan. Jadi tak hanya pada catering saja, kondisi di lokasi memang sangat kacau. Febrian yang mengaku sudah hadir pada pukul 17.00 WIB di gedung kaget karena tak terlihat akan diadakan acara pesta di tempat tersebut, bahkan pelaminan pun tak ada.

Febrian langsung menemui pasangan pengantin dan keduanya dengan nelangsa bercerita jika prosesi akad nikah mereka pun minus catering serta dekorasi. Menduga hal yang sama akan terjadi pada acara resepsi, Febrian mengambil alih kendali dengan meminta gedung ditutup sementara dan acara mundur selama 1 jam.

Pengantin dan anggota keluarga semakin geram saat tak seorang pun perwakilan WO hadir dan AS pun tak dapat dihubungi.Pada pukul 21.00 akhirnya catering datang dengan jumlah hidangan yang sangat tidak memadai untuk 400 orang undangan. Febrian mengaku akhirnya tak mempunyai pilihan lain selain berterus terang kepada hadirin.

Setelah acara doa, pembawa acara pernikahan tersebut kemudian mengumunkan sembari meminta maaf sebagai perwakilan keluarga besar Isnaini. Febrian menceritakan kekacauan pada malam itu dikarenakan wanprestasi pihak wedding organizer.Seusai acara Febrian menyarankan pasangan pengantin untuk menuntut Pandamanda.

Owner WO digelandang ke polisi

Sambil membawa bukti video rekaman kekisruhan resepsi pernikahan Isnaini rombongan menggerebek AS di rumahnya yang berjarak beberapa meter saja dari kantor Pandamanda, Pancoran Mas. AS kemudian digelandang polisi tak lama kemudian dengan tuduhan penipuan.Sesuai penyelidikan kepolisian, WO milik AS memang mematok tariff acara pernikahan yang tidak logis untuk menjerat konsumen.

WO tersebut hingga Januari 2021 telah menerima sekitar 50 pesanan dengan keseluruhan setoran sekitar Rp 2,5 miliar. Polisi mengatakan bahwa AS hampir bisa dipastikan memang berniat menipu para klien mengingat dana setoran order resepsi telah digunakan untuk keperluan pribadi dan tak ada hubungannya dengan usahanya tersebut.

Febrian sendiri menyebut dirinya mendapat banyak informasi dari klien yang ditangani Pandamanda bahkan sejak beberapa tahun yang lalu belum mendapatkan dokumentasi pernikahannya.Dirinya menduga foto tersebut ditahan oleh vendor karena Pandamanda mangkir membayar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *