Asal-usul Pasar Maling Wonokromo Surabaya

Bila mendengar nama pasar maling yang terlintas di benak kebanyakan orang pasti merupakan pasar tempat para penadah menjual barang curian. Tetapi tak demikian dengan Pasar Wonokromo Surabaya. Walaupun berjuluk pasar maling tetapi tak perlu khawatir karena barang-barang di pasar ini tak berasal dari hasil tindak criminal tersebut.

 

Pasar ini berada di jalan Wonokromo atau tepatnya di selatan Stasiun Kereta Api Wonokromo atau di sebelah timur DTC (Darmo Trade Center). Di Pasar Wonokromo Anda dapat menemukan barang-barang second juga baru, serta barang-barang sisa ekspor atau impor dari sejumlah Negara Asia, biasanya Singapura, Tiongkok, Hongkong, serta Korea.

 

Pembeli dapat memperoleh hampir berbagai jenis barang di sini mulai dari sepatu, fashion item pakaian, alat pertukangan, hingga wisata kuliner di pasar yang hanya buka malam hari ini. Selain disebut pasar maling, Pasar Wonokromo juga sering dikatakan sebagai pasar jongkok.

 

Pasar Wonokromo umumnya ramai dikunjungi di awal bulan saat masyarakat baru menerima gaji. Umumnya yang berbelanja di sini adalah masyarakat kalangan menengah ke bawah yang ingin mendapatkan beragam barang dengan harga murah. Masalahnya, karena parkir motor para pengunjung tak jarang arus lalin menjadi macet.

 

Sejarah Pasar Wonokromo

Dari wawancara dengan seorang anggota keamanan pasar, Sadeli, 52 tahun, terungkap bahwa pasar ini diberi nama Pasar Wonokromo sejak tahun 1971. Pada waktu itu lokasi ini menjadi tempat pelarian umum buron pelaku kejahatan baik dari Surabaya dan kota-kota lain di tanah air.

 

Pasar yang kumuh memang memberikan persembunyian yang baik dan aparat umumnya enggan menjelajahi lokasi karena kotor. Karena itulah kemudian Pasar Wonokromo disebut sebagai pasar maling. Berangsur-angsur kebiasaan ini pun hilang dan kini pasar maling menjadi lokasi berbelanja paling favorit warga Surabaya. Jumlah pedagang pun semakin bertambah setiap tahunnya sampai meluber hingga pinggir jalan.

 

Awalnya saat Pasar Wonokromo mengalami pemugaran di 2001 yang membuat para pedagang kecil tak tertampung sehingga berdagang di luar, atau di sisi timur jalan Wonokromo dan bukan hanya di malam hari, sementara di siang hari lokasi yang dekat rel kereta tersebut menjadi tempat mengetem angkot. Hingga saat ini ada lebih dari 108 orang yang berjualan di tempat ini dengan 60%-nya  berasal dari Surabaya.

 

Aturan tak tertulis Pasar Wonokromo

Sadeli mengaku bahwa dulu lapak pedagang sering diobrak oleh Satpol PP karena dianggap penyebab macet. Akhirnya pihaknya berhasil mendapat lampu hijau dari pemerintah kota setelah perundingan yang alot. Tidak ada struktur organisasi yang jelas di sana, tetapi pedagang mempercayakan seorang pedagang senior bernama Abah Lukiuntuk memimpin paguyuban pedagang Pasar Wonokromo.

 

Ada aturan tak tertulis yang harus dipatuhi bersama, yaitu mereka tak boleh menjual lapak togel online kepada orang lain karena saat memperolehnya pertama kali juga gratis. Bila ketahuan pedagang dan pembeli lapak akan dipanggil ke kantor pasar.

 

Ukuran stand yang ditempati pedagang beragam, mulai dari 70 X 70 cm hingga 1.5 X 1.5 m, selain itu pedagang juga harus membayar biaya listrik dan iuran kebersihan masing-masing sebesar 5 ribu dan 2 ribu. Beberapa pedagang nakal yang enggan membayar seringkali juga membuat pengurus tekor untuk membayar rekening listrik.

 

Lebih jauh Sadeli menegaskan bahwa Pasar Wonokromo bukanlah pasar penadah barang curian tetapi barang bekas walaupun ia mengaku bahwa ia tak mengetahui darimana pedagang mendapatkan barang-barang bekas jualannya tersebut. Mungkin karena harganya yang sangat murah sehingga sering muncul tuduhan kalau barang tersebut hasil tindak kejahatan.

 

Pengurus pasar sendiri tak menginginkan Pasar Wonokromo menjadi ajang transaksi oleh para criminal dan ia sendiri mengaku bahwa beberapa kali menangkap pelaku yang menjual hasil jarahannya di tempat ini lalu memboyongnya ke pihak berwajib.

 

Conte Berjanji Untuk ‘Jujur’ dan Tak Takut Dipecat

Chelsea menjadi semakin frustrasi dengan Conte yang secara terbuka mengkritik kebijakan transfer mereka. Conte mengatakan bahwa dia tidak khawatir dengan ancaman dipecat namun mengaku kesulitan tidur karena “situasi sulit” yang sedang dirasakannya.Bukan hanya dirinya saja, tetapi juga berakibat pada Chelsea. Chelsea bahkan seakan semakin tidak mengerti dengan apa yang dilakukan Conte. Imbasnya adalah performa Chelsea yang semakin menurun.

Sikap Conte Semakin Membuat Frustrasi Chelsea

Chelsea terlihat menjadi semakin frustrasi akibat dari apa yang telah dilakukan Antonio Conte. Conte sebelumnya telah mengkritik strategi transfer Chelsea. Tidak tanggung-tanggung, Conte mengatakannya di depan umum. Sepertinya Conte tidak puas dengan apa yang dilakukan Chelsea. Usai kekalahan 2-1 Chelsea atas Arsenal di semifinal Piala Carabao pada hari Rabu lalu, Conte telah mengatakan bahwa ia hanya memiliki sedikit dampak pada keputusan transfer klub.

“Tentang pasar transfer, dari musim panas, klub memutuskan setiap pemain tunggal yang datang ke sini,” kata Conte.Akan tetapi, meski Conte terus memberi kesan bahwa dia tidak tahu-menahu tentang urusan transfer klub dan mengatakan hanya sedikit andilnya, Chelsea diyakini telah bekerja keras untuk menandatangani pemain Poker Online yang diinginkan pelatih asal Italia tersebut.

“Tugas pertama saya adalah melakukan pekerjaan saya, menjadi pelatih dan mencoba memperbaiki pemain saya,” tambah Conte.Dia juga mengatakan; “Yang pasti, saya tidak memiliki dampak besar pada bursa transfer.” Namun, meskipun Conte menyatakan hal demikian, bos Chelsea telah memberi klub daftar target, dan klub tersebut melakukan apa yang bisa dilakukan untuk mendapatkan pemain yang telah dipilih sebelumnya.

Akankah Conte Tinggalkan Chelsea?

Musim panas lalu Chelsea telah menghabiskan £ 202 juta untuk lima pemain yakni Antonio Rudiger (£ 34 juta), Tiemoue Bakayoko (£ 40 juta), Alvaro Morata (£ 70 juta), David Zappacosta (£ 23m) dan Danny Drinkwater (£ 35m). Klub tersebut juga telah menyelesaikan kesepakatan £ 15 juta untuk menandatangani Ross Barkley dari Everton bulan ini dan sedang dalam pembicaraan untuk mendatangkan Edin Dzeko dan Emerson Palmieri dari Roma.

Tapi Conte tampaknya tetap tidak bahagia dengan apa yang telah dilakukan Chelsea. Sebaliknya, dia tidak bisa memberikan kepastian perihal masa depannya di Chelsea.Dia mengatakan; “Saya memiliki satu tahun lagi kontrak dengan klub ini.Dia melanjutkan; “Tapi seperti yang Anda tahu betul, semuanya mungkin terjadi. Dalam satu saat Anda tinggal di sini, di lain waktu orang lain menggantikan Anda, menggantikan pekerjaan (posisi) Anda.”

Tersiar kabar yang cukup panas jika saat ini Paris Saint-Germain telah melakukan kontak dengan perwakilan Conte dengan maksud agar dia berpotensi menggantikan Unai Emery di Parc des Princes, namun pelatih yang kini berusia 48 tahun itu berpikir untuk kembali ke kampung asalnya, Italia jika pada saatnya dia harus meninggalkan Chelsea. Namun, masih terlalu dini untuk membicarakan hal ini.

Tetap Berkata Jujur, Berani Tanggung Resiko

Dengan Chelsea yang semakin frustasi dan ada kemungkinan Conte diputus kontraknya (dipecat), sepertinya Conte tidak peduli dengan hal itu. Pelatih asal Italia tersebut menolak untuk bersikap diplomatic dan bersikeras bahwa dia akan “mengatakan yang sebenarnya setiap saat”, terlepas dari apa konsekuensi yang akan dia terima.

Dia bahkan mengatakan menjelang pertandingan putaran keempat Piala FA melawan Newcastle; “Saya bukan diplomat.” “Pada saat yang sama, saya pikir saya sangat jujur, orang yang jujur ​​berbicara dengan sangat jelas setiap saat. Jika Anda bohong, Anda selalu berusaha untuk tidak mengatakan yang sebenarnya,” jelasnya.Dia menambahkan; “Saya lebih suka jujur, mengatakan yang sebenarnya setiap saat, saya membenci orang yang berbohong.”