Film Indonesia Terbaru Dengan Prestasi Internasional

Selain sebagai sarana hiburan, menonton film ternyata juga dapat menjadi obyek belajar bagi kaum akademisi yang berkecimpung dalam bidang budaya, psikologi, komunikasi, serta jurusan yang berkaitan. Inilah sebabnya para sineas idealnya menggarap film-filmnya dengan serius dan tak hanya mengutamakan unsur komersil.

 

Sebagai pecinta film kita dapat berbangga karena di tahun  lalu apreasiasi terhadap film agen poker terpercaya tanah air semakin meningkat dengan semakin banyaknya pembuat film idealis yang mencurahkan seluruh pikiran dan energi dalam proses pengerjaannya. Di tahun 2017 dengan karya-karyanya para sutradara film berupaya membangun citra positif Negara kita hingga mendapat capaian internasional. Inilah daftarnya.

 

Daftar film Indonesia dengan pencapaian internasional

Bagi Anda yang belum sempat menonton, inilah deretan film-film berkualitas dengan pencapaian internasional yang bisa menjadi referensi Anda.

 

Pengabdi Setan

Film horror besutan sutradara kawakan Joko Anwar ini telah ditonton hingga 2.4 juta pecinta film. Synopsis singkat film remake ini adalah tentang seorang wanita yang jatuh sakit sebagai konsekuensi dari laku spiritual hitam yang dijalaninya di masa muda. Selain mendapatkan capaian luar biasa dari segi penjualan, yaitu sebesar Rp. 147 miliar, film menyeramkan ini juga mendapatkan 7 piala Citra berbagai kategori, yaitu penata suara terbaik, penata music terbaik, pengarah sinematografi terbaik, pengarah artistik terbaik, pencipta lagu tema terbaik, pemeran anak terbaik, dan penata efek visual terbaik.

 

Night Bus

Film ini diproduseri oleh actor Darius Sinathrya dengan bintangnya adalah Teuku Rifnu Wikarna. Film ini mengangkat kisah kawasan Sampar yang hancur akibat konflik separatis yang berlangsung bertahun-tahun. Genre film ini adalah drama thriller bertema kemanusiaan dan konflik internal berdarah. Film ini diganjar dengan 6 piala Citra dengan penghargaan pada kategori pemeran utama pria terbaik, penulis scenario adaptasi terbaik, penyunting gambar terbaik, penata rias terbaik, penata busana terbaik, serta film terbaik yang bahkan mengalahkan film Pengabdi Setan.

 

The Seen and Unseen

Bersama 11 film lainnya, The Seen and Unseen menjadi satu-satunya film Asia yang diputar pada sesi penghargaan insan perfilman yang paling bergengsi. Selain pada ajang TIFF 2017, film ini juga berkompetisi pada ajang Venice Production Bridge, Jogja NETPAC Asian Film Festival ke 12, serta Hong Kong Asia Film Financing Forum.  Film besutan sutradara Kamila Andini ini juga sukses menyabet penghargaan dari Asia Pasific Screen Award – Tokyo Filmex International Film Festival untuk kategori Best Youth Film.

 

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak

Film ini memang terbagi dalam 4 babak sebagaimana judul utamanya. Pertama adalah perampokan di rumah Marlina, perjalanannya dengan membawa kepala perampok yang dibunuhnya ke kantor polisi untuk menyerahkan diri, pengakuan, serta yang terakhir adalah kelahiran. Film yang dibintangi oleh Marsha Timothi ini memperoleh penghargaan dari Tokyo Filmex International Film Festival 2017 serta penghargaan bergengsi dari festival Film di Filipina, Maroko, Spanyol, serta Polandia. Film ini juga merupakan capaian luar biasa bagi Marsha, yang sukses dinobatkan sebagai Aktris Terbaik bahkan mengalahkan aktris Hollywood.

 

Ruah

Film yang mengambil tema poligami ini banyak melakukan syuting di kota Gudeg, Yogyakarta. Synopsis singkatnya adalah tentang Haji Salim, seorang saudagar yang menikahi janda muda hingga memicu konflik dengan istri pertamanya. Film ini juga menyabet penghargaan dari Singapore International Film Festival (SGIFF) ke 28 setelah berkompetisi ketat dengan 15 film pendek lainnya dari Negara-negara Asia Tenggara.

Jangan lewatkan untuk menonton semuanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *