Tabrakan Maut Bus dan Mobil di Bangkalan, Lima Orang Tewas

Liburan akhir tahun memang jadi momen yang dinanti di mana bisa berkumpul bersama seluruh anggota keluarga. Namun harapan berkumpul itu tak akan pernah dialami oleh keluarga Sidik. Karena pada hari Jumat (29/12) malam, mereka menjadi korban kecelakaan maut yang terjadi di jalan raya Karang Gayam, kecamatan Blega di Bangkalan, Jawa Timur. Mobil Honda Mobilio yang dikemudikan Sidik bertabrakan dengan Bus Akas, seperti dilansir Detik.

 

Malang, kelima penumpang Mobilio itu menjadi korban dengan satu tewas di lokasi kejadian dan empat lainnya meninggal dalam perawatan di RSU Sampang setelah dirujuk dari Puskesmas Blega. Kelima korban meninggal itu adalah Fitri (20) warga Juklanteng, Sampang yang tewas di tempat. Lalu ada Aftar (3,5 bulan), Nafidha (48), dan sang sopir Sidik (35) yang sama-sama warga Juklanteng. Satu korban tewas lain adalah Hakub (35) warga Mandangin di Sumenep.

 

Karena ada 10 penumpang dalam Mobilio nahas itu, empat korban luka berat lainnya adalah Safi’i (35), Juhairiyah (35), Alif (8) dan Nanda (9) yang kesemuanya berasal dari Juklanteng di Sampang. Satu penumpang tersisa atas nama Syafiah (28) kini mengalami luka ringan. AKBP Anissulah M Ridha selaku Kapolres Bangkalan, menyebutkan jika kelima korban meninggal sudah dijemput keluarga sementara korban luka berat dirujuk ke Surabaya untuk mendapat perawatan lebih layak.

 

Penyebab Kecelakaan Masih Diselidiki

 

Dalam kesempatan yang sama, AKBP Anissulah pun membeberkan kronologi kecelakaan maut. Dalam penjelasannya, peristiwa mengerikan itu berawal saat bus Akas dengan nomor polisi N 7170 UR melaju dari arah barat dengan kecepatan tinggi. Bus yang dikemudikan Mohammad Ahsan (47) itu mencoba menghindari sebuah sepeda motor sehingga terpaksa membanting setir ke kanan. Namun dari arah berlawanan, mendadak ada Mobilio bernomor polisi M 1922 NB yang melaju tak sempat menghindar sehingga terjadi tabrakan dahsyat yang mengerikan.

 

Kini seluruh barang bukti yakni Mobilio yang sudah ringsek hingga tak terbentuk dan bus Akas telah ditarik ke Bangkalan. Hanya saja hingga sejauh ini, penyebab pasti dari kecelakaan maut itu belum diketahui. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) demi mendapatkan penyebab kecelakaan.

 

Angka Kecelakaan Lalu Lintas Indonesia Termasuk Tertinggi di ASEAN

 

Kecelakaan maut di Bangkalan ini seolah membuktikan kebenaran bahwa tingkat kecelakaan lalul intas di Indonesia termasuk yang tertinggi dalam daftar negara-negara ASEAN. Sebelumnya Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam Forum Polantas ASEAN 2017 bulan November lalu menyebutkan kalau korban tewas karena kecelakaan di Indonesia jauh lebih banyak dariapda kasus terorisme, seperti dilansir Tribun News.

 

“Angka kecelakaan lalu lintas di Malaysia dan Thailand mencapai lima kali angka kecelakaan di Singapura. Brunei Darussalam dan Singapura tercatat memiliki tingkat kecelakaan lalu lintas terendah dalam lingkup ASEAN karena memiliki jalur lalu lintas paling baik. Untuk Singapura, tingkat kecelakannya hampir mendekati negara-negara dengan sistem lalu lintas terbaik di dunia yakni Belanda dan Inggris,” ungkap Tito panjang lebar.

 

Menambahkan keterangan Jenderal Tito, Inspektur Jendera Royke Lumowa selaku Kepala Korps Lalu Lintas Polri membeberkan jika jumlah korban kecelakaan lalu lintas di Tanah Air menyentuh angka 28 ribu-30 ribu jiwa per tahun. “Kecelakaan lalu lintas di Indonesia termasuk tinggi dengan menduduki rangking dua sampai tiga dalam lingkup ASEAN. Angka kecelakaan ini jauh lebih tinggi dibanding jumlah korban kasus terorisme, bencana tsunami dan bencana banjir.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *